Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2022

Donasi Pendidikan Untuk Bantu Pendidikan Anak Kurang Mampu

Pada dasarnya, pendidikan penting sekali untuk dilakukan. Manfaat pendidikan bisa berikan banyak fungsi atau kegunaan. Manfaat pendidikan tersebut, seperti:

Berikan Informasi serta Pemahaman

Manfaat pendidikan yang pertama yakni untuk tingkatkan dan berikan informasi dan pemahaman pada ilmu pengetahuan dengan menyeluruh ke tiap orang yang menempuh pendidikan. Hal ini adalah salah satu hal penting sekali serta merupakan tujuan dan manfaat yang utama dari pendidikan. Dengan adanya pendidikan, maka tiap orang akan dibantu di dalam memahami serta mengenal berbagai jenis ilmu pengetahuan yang berkembang terus. 

Ciptakan Generasi Penerus Bangsa

Manfaat pendidikan selanjutnya yakni mampu untuk ciptakan generasi penerus bangsa yang ahli pada berbagai macam bidang. Hal ini memiliki hubungan dengan adanya berbagai macam jenjang pendidikan serta penjurusan tersedia, sehingga bisa bantu lahirkan sangat banyak generasi muda berguna untuk orang banyak sesuai dengan disiplin ilmu dipelajari. 

Cegah Terbentuknya Generasi “Bodoh”

Mungkin sedikit kasar, tapi seperti ini kenyataannya. Dunia pendidikan baik sekali manfaatnya untuk cegah terjadinya pembodohan. Dengan adanya pendidikan, maka orang akan kian paham mengenai hal apa saja yang baik dan benar, sehingga bisa cegah berbagai macam tindakan yang bodoh, yang bisa rugikan banyak pihak. 

Optimalkan Talenta

Tiap orang dipercaya lahir dengan berbagai talenta. Jikapun memang tidak, di dunia pendidikan ada kesempatan untuk semua orang mengetahui serta mengembangkan talenta yang dipunya. Dengan adanya pendidikan, maka talenta dan minart dimiliki seseorang bisa berkembang dengan optimal serta bisa dimanfaatkan untuk kepentingan banyak orang. 

Manfaat dari pendidikan seharusnya dirasakan semua masyarakat dari usia masih anak-anak. Namun, tidak semua anak, karena masih banyak anak-anak di Indonesia yang kurang beruntung untuk mendapatkan pendidikan dikarenakan keterbatasan biaya. Oleh sebab itu, saat ini berbagai macam cara dilakukan untuk bantu anak-anak yang kurang mampu itu supaya bisa mengenyam pendidikan yang baik. Salah satunya adalah dengan adanya donasi pendidikan

UNICEF adalah salah satu yang mempunyai program donasi untuk membantu anak-anak kurang mampu supaya bisa mendapatkan pendidikan layak. Melalui situs donasi online www.supportunicefindonesia.org, Anda yang berminat bisa untuk ikut berdonasi dan membantu anak-anak kurang agar dapat pendidikan sama dengan anak beruntung lainnya. Dengan begitu, cita-cita untuk masyarakat Indonesia mendapatkan pendidikan yang merata dapat mulai terwujud sedikit demi sedikit.

Kamis, 26 Mei 2022

Cara Memenuhi Beban Kerja Dosen Untuk Sertifikasi

 Sertifikasi Dosen di Indonesia telah dilakukan sejak kira-kira 2010, baik dosen negeri maupun dosen swasta dapat mengajukan setifikasi dosen, namun kabar buruk nya menurut yang saya tahu ada kuota dalam setiap pelaksanaan sertifikasi dosen, dan entah seperti apa dosen yang masuk list daftar sertifikasi dosen, saya masih mencari-cari info hal tersebut, kalo ada info bagi-bagi ya, dan trik untuk memenuhi beban kerja dosen.

Salah satu syarat untuk mengikuti sertifikasi dosen adalah harus melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu memiliki beban kerja Dosen minimal 12 SKS mengajar atau setara dengan itu, karena ada tugas lain selain mengajar juga diperhitungkan sebagai SKS.

Beban Kerja Dosen ketentuan minimal 12 SKS tersebut dengan komposisi disebar kedalam 4 bagian antara laian pengajaran / pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kegiatan penunjang. Jika tanpa tugas tambahan maka pendidikan + penelitian = minimal 9 sks, sedangkan pengabdian + kegiatan penunjang minimal 3 sks. Maka Pendidikan + penelitian + pengabdian masyarkat + kegiatan penunjang=minimal 12 sks dan maksimal 19 sks, kesemua itu berdasar peraturan perrundang-undangan yang berlaku saat ini, syarat sertifikasi dosen juga.

Bagai mana jika mengajar kurang dari 12 sks semisal hanya 4 (empat) sks atau 2 SKS, memang dalam Tri Dharma Perguruan TInggi tidak mengharuskan mengajar 12 sks tetapi disebar ke dalam 4 bagian dan semua harus terisi sesuai porsi nya,  maka tenang karena ada tugas lain yang diberi bobot setara sks namun dosen harus tetap ada Beban Kerja mengajar karena jika tidak mengajar tidak diloloskan dalam sertifikasi dosen atau tidak menenuhi kriteria, berikut rincian Beban Kerja Dosen agar mencapai 12 SKS dalam setiap semester:

1.  Mengajar 4 SKS (karena mengajar adalah wajib bagi dosen agar sesuai kriteria serdos), (Unsur Pendidikan / Pengajaran)

2.   Mengembangkan Program Perkuliahan (Silabus, RPP, GBPP, Bahan Ajar dll bernilai 2 SKS, (Pendidikan / Pengajaran)

3.     Membimbing PKL atau sejenisnya 0 SKS, (Pendidikan / pengajaran)

4.     Membimbing skripsi 0 SKS, (Pendidikan / pengajaran)

5.     Menguji skripsi 0 SKS, (Pendidikan / pengajaran)

6.     Pembimbing akademik 0 SKS, (Pendidikan / pengajaran)

7.  Menulis jurnal ilmiah diterbitkan ke jurnal tidak terkreditasi secara mandiri bukan kelompok bobot 3 sks, jika terbit di jurnal terakreditasi akan lebih bobotnya, apalagi jurnal internasional lebih tinggi lagi.(Unsur Penelitan)

8.   Menulis artikel online maksimal 4 artikel  dalam satu semester atau 6 bulan bernilai setara 1 SKS atau 0,3 sks/artikel, atau 3 SKS jika ada surat keterangan dari pimpinan media yang menerbitkan, dan tidak semua media diakui juga tergantung kampus dan asesornya apakah menerima sebagai beban kerja atau bukan, namun membaca di kompasiana seorang dosen diberi poin 0,3 SKS / artikel ilmiah dan 0,8 SKS / artikel jika ada surat keterangan dari pimpinan media, dosen tersebut menerbitkan artikel di kompasiana, dan mengaku dari kampusnya dikategorikan sebagai BKD dengan poin tersebut diatas. (penelitian / karya ilmiah)

9.    Kegiatan seminar 1 sks,(Penunjang)

10.Pelayanan kepada masyarakat / menulis karya pengabdian masyarakat 2 sks (Pengabdian masyarakat)

Nomor 9 dan 10 adalah kegiatan pengabdian masyarakat dan kegiatan penunjang berjumlah 3 sks maka sudah menenuhi batas minimal. Poin 1-8 merupakan unsure pendidikan / pengajaran dan penelitian berjumlah 10 sks total 13 SKS sudah batas minimal BKD. Perlu diingat bahwa ke 4 unsur harus terisi atau harus ada kegiatan meski hanya 1 sks saja.

        Nilai SKS diatas relatif dan bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung kampus nya dan asesornya saat mengajukan sertifikasi dosen, namun nilai kurang lebih seperti diatas dapat sebagai rata-rata, dan agar aman lebihkan dari 12 sks dalam satu semester sebagai cadangan jika nilai ada yang berkurang.

Selain poin poin diatas tentu masih ada kegiatan lain yang masuk kedalam Beban Kerja Dosen (BKD) seperti menjadi ketua jurusan, kaprodi, dan sebagainya, mengikuti kepanitiaan di kampus yang ia bertugas juga dihitung senilai SKS.

 Secara patut sebagai contoh seorang dosen mengajar 6 sks (3 mata kuliah) dan ia menjadi ketua jurusan (bobot 4 SKS), dan membimbing skripsi, menguji skripsi, juga bimbingan akademik mahasiswa (jika mahasiswa yang di bimbing dan di uji banyak semakin banyak juga sks sebagai BKD). Untuk memenuhi peraturan ditambah menulis jurnal sebagai penelitian, menjadi pinpinan intansi atau penyuluhan keada masyarakat sebagai pengabdian masyarakat dan kegiatan penunjang seperti seminar atau mengikuti kegiatan ilmiah lainnya.

 Kegiatan tersebut sudah memenuhi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan tersebut antara lain mengajar, menjadi ketua jurusan,  membimbing skripsi, menguji skripsi, membimbing akademik mahasiswa, belum menulis buku, jurnal, artikel dan kegiatan pengabdian msyarakat ditambah kegiatan penunjang sudah cukup untuk di kategorikan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 Namun sayangnya tidak semua dosen mendapat jatah mengajar 6 SKS karena keterbatasan kelas, tidak semua dosen ditunjuk sebagai ketua jurusan atau kepala program studi, dan tidak semua dosen mendapat jatah membimbing atau menguji skripsi juga membimbing akademik. Maka jalan yang ditempuh adalah menulis buku, jurnal, artikel, melakukan penelitian dan sebagainya.

 Tulisan ini hanya sekedar pengetahuan penulis yang masih sangat minim pengalaman, jika ada yang kurang tepat silakan tulis di kolom komentar sebagai revisi, karena penulis belum pernah mengikuti sertifikasi dosen atau pun laporan BKD dosen karena masih minim pengalaman dan mendapat pengtahuan dari membaca rubric BKD di perguruan tinggi yang sesuai aturan yang berlaku.

Berikut ini contoh “pengisian” Beban Kerja Dosen dan alur apa yang harus di kerjakan sebagai dosen tetap baru yayasan / swasta / non PNS :

1. Semisal tanggal 1 Februari 2020 diangkat sebagai Dosen tetap (SK Pengangkatan), jika ada SK dari Kopertis atai Kopertais atau sejenisnya, (SK Kopertais Pengangkatan Dosen Tetap)

2. Setelah tahun pertama selama 2020 hingga Januari 2021 menyusun portopolio termasuk laporan BKD (bukti kegiatan) usahakan mencapai 12 sks sesuai ketentuan diatas, dalam waktu ini juga perlu diusulkan  NIDN atau NIDK (NIDN),

3.  Memasuki tahun kedua siapkan BKD sekitar Feb 2021 seperti per semester sebelumnya, siapkan data / dokumen pendukung untuk inpasing, yang akan dikonversi menjadi nilai kredit (PAK) (SK jabatan fungsional),

4. Tahun ke 3 siapkan dokumen dan portopolio untuk pengajuan sertifikasi dosen (sertifikat pendidik),

5. Evaluasi kekurangan dan melengkapi syarat sertifikasi DOsen hingga lolos.

6.   Setiap semester pastikan memenuhi BKD minimal 12 SKS sesuai ketentuan.

Nah, jika anda dosen ber NIDN atau dan menginginkan sertifikat dosen maka anda harus memenuhi salah satu kriteria tersebut, ketentuan diatas dapat anda kembangkan sendiri menurut kapasitas masing-masing dosen.

Minggu, 08 Mei 2022

Cara Membuat Akta Kelahiran

 Akta kelahiran anak diperlukan dalam berbagai keperluan dari masuk sekolah hingga membuat dokumen penting lainnya. Sebaiknya akta lahir segera diurus sebelum anak berusia 60 hari, agar mendapat pelayanan gratis dari disdukcapil.


Adapun dokumen yang harus disiapkan antata lain :
- Kartu Keluarga yang telah tercantum nama anak yang akan dibuatkan akta kelahiran.
- Akta Nikah.
- KTP ayah dan ibu anak tersebut.
- Surat Kererangan lahir dari penolong kelahiran.
- Pengantar dari desa.
- KTP saksi yang tahu saat anak lahir.
- Mengisi formulir yang disediakan disdukcapil (terkadang kecamatan menyediakan).
- Menandatangani formulir, kuasa jika dikuasakan, pernyataan yang disediakan disdukcapil.

Jadi sebelum mengajukan permohonan akta lahir, langkah awal adalah merubah KK yaitu memasukan nama anak yang baru lahir ke KK.

Adapun syarat perubahan KK tersebut antara lain pengantar dari desa, akta nikah, asli KK, KTP suami istri. Syarat tersebut diajukan ke kantor kecamatan.
Setelah KK jadi dan anak telah memiliki NIK maka lanjut mengajukan akta lahir.

Sabtu, 26 Maret 2022

Cara Mengajukan Sertifikasi Dosen non PNS

 ________

Undang-undang guru dan dosen telah mengatur pemberian tunjangan kepada para pengajar baik disekolahan maupun sekolah tinggi, berdasarkan UUD 1945 yang menyatakan 20% APBN untuk membiayai pendidikan maka salah satu nya adalah untuk meningkatkan kompetensi Guru dan Dosen  melalui sertifikasi Guru dan DOsen dengan tujuan kualitas pendidikan akan meningkat.

Kali ini membahas tentang tunjangan sertifikasi dosen PTS Non PNS, sebelum membahas itu ada baiknya membicarakan jenis perguruan tinggi baik berbentuk Universitas, Akademi, Sekolah Tinggi, Institut atau bentuk lain, ada yang bersetatus negeri ada yang berstatus swasta. Begitu juga Dosen Perguruan Tinggi Negeri ada yang Pegawai Negeri Sipil (PNS / ASN) ada juga yang Dosen Tetap Non PNS atau Dosen Kontrak / Khusus. Perguruan Tinggi Swasta ada sebagian Dosen berstatus Pegawai Negeri (PNS / ASN) karena ditugaskan di Perguruan Tinggi Swasta tersebut oleh pemerintah, namun kebanyakan PTS adalah Dosen Tetap Yayasan / lembaga bentuk lain atau Dosen Kontrak.

Dosen yang mempunyai kriteria seperti apa yang boleh mengajukan tunjangan sertifikasi dosen, kali ini hanya akan membahas Dosen di PTS non PNS, apa saja syarat dosen PTS non Pns mendapat tunjangan sertifikasi Dosen. 

Peraturan terbaru 2019 memiliki pedoman antara lain buku 1 (naskah akademik), buku 2 (penilaian portofolio), buku 3 (prosedur Operasional Baku Tata Laksana Sertifikasi Pendidik untuk DOsen terintegrasi), dan lampiran buku 3 (koding perguruan tinggi dan panduan Penggunaan sister).

Dilansir dari laman serdos.dikti.go.id syarat sertifikasi dosen antara lain :

  • 1. Memiliki kualifikasi pendidikan minimal S2/ setara dari program studi pasca sarjana yang terakreditasi.

  • 2. Dosen tetap di perguruan tinggi negeri atau dosen DPK di perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat atau dosen tetap yayasan di perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat dan telah memdapatkan inpasing dari pejabat yang berwenang yang diberi kuasa oleh Mendiknas (pasal 4 Permendiknas No 20 tahun 2008).
:
  • 3. Telah memiliki masa kerja sekurang-kurangnya dua tahun di perguruan tinggi dimana ia bekerja sebagai dosen tetap;

  • 4. Memiliki jabatan akademik minimal asisten ahli. 

  • 5.Melaksanakan Tridharma perguruan tingi dengan beban kerja paling sedikit 12 sks pada setiap semester di perguruan tinggi dimana ia bekerja sebagai dosen tetap. Tugas tambahan dosen sebagai unsure pimpinan di lingkungan perguruan tinggi diperhitungkan sks-nya sesuai aturan yang berlaku.

Adapun jika belum memiliki NIDN inilah syarat-syarat nya untuk pengusulan:
1. KTP asli,
2. Foto 4x6,
3. SK dosen tetap asli atau legalisir,
4. Ijazah lengkap S1 dan S2 (minimal)asli atau legalisir,
5. Surat Keterangan Sehat Rohani,
6. Surat Keterangan Sehat Jasmani,
7. Surat Keterangan Bebas Narkoba,
8. Surat Pernyataan dari pimpinan PT,
9. Surat Keterangan aktif melaksanakan Tridharma perguruan tinggi,(surat keterangan aktif melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi),
10.Surat Perjanjian Kerja.

Adapun jika belum memiliki SK inpasing berikut syarat-syarat nya:
a. Surat pengantar pimpinan PT (rektor / ketua / direktur),
b. Photokopi SK pengangkatan sebagai dosen tetap yayasan,
c. NIDN (print out dari https://forlap.dikti.go.id )
d. Photokopi ijazah lengkap (S2, S1) dan transkrip legalisir,
e. SK Jabatan fungsional Awal beserta PAK
f. SK Jabatan fungsional Akrir beserta PAK
g.Soft kopi dan hard kopi rekapitulasi inpasing

Demikian secara umum tentang cara mengajukan sertifikasi dosen bagi dosen tetap swasta non pns, semoga bermanfaat dan sebagai inspirasi dan semangat bagi para dosen swasta diseluruh indonesia.

Senin, 14 Maret 2022

Cara Memenuhi Beban Kerja Dosen di Sertiap Semester

Sertifikasi Dosen di Indonesia telah dilakukan sejak kira-kira 2010, baik dosen negeri maupun dosen swasta dapat mengajukan setifikasi dosen, namun kabar buruk nya menurut yang saya tahu ada kuota dalam setiap pelaksanaan sertifikasi dosen, dan entah seperti apa dosen yang masuk list daftar sertifikasi dosen, saya masih mencari-cari info hal tersebut, kalo ada info bagi-bagi ya, dan trik untuk memenuhi beban kerja dosen.

Salah satu syarat untuk mengikuti sertifikasi dosen adalah harus melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu memiliki beban kerja Dosen minimal 12 SKS mengajar atau setara dengan itu, karena ada tugas lain selain mengajar juga diperhitungkan sebagai SKS.

Beban Kerja Dosen ketentuan minimal 12 SKS tersebut dengan komposisi disebar kedalam 4 bagian antara laian pengajaran / pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kegiatan penunjang. Jika tanpa tugas tambahan maka pendidikan + penelitian = minimal 9 sks, sedangkan pengabdian + kegiatan penunjang minimal 3 sks. Maka Pendidikan + penelitian + pengabdian masyarkat + kegiatan penunjang=minimal 12 sks dan maksimal 19 sks, kesemua itu berdasar peraturan perrundang-undangan yang berlaku saat ini, syarat sertifikasi dosen juga.

Bagai mana jika mengajar kurang dari 12 sks semisal hanya 4 (empat) sks atau 2 SKS, memang dalam Tri Dharma Perguruan TInggi tidak mengharuskan mengajar 12 sks tetapi disebar ke dalam 4 bagian dan semua harus terisi sesuai porsi nya,  maka tenang karena ada tugas lain yang diberi bobot setara sks namun dosen harus tetap ada Beban Kerja mengajar karena jika tidak mengajar tidak diloloskan dalam sertifikasi dosen atau tidak menenuhi kriteria, berikut rincian Beban Kerja Dosen agar mencapai 12 SKS dalam setiap semester:

Mengajar 4 SKS (karena mengajar adalah wajib bagi dosen agar sesuai kriteria serdos), (Unsur Pendidikan / Pengajaran)

Mengembangkan Program Perkuliahan (Silabus, RPP, GBPP, Bahan Ajar dll bernilai 2 SKS, (Pendidikan / Pengajaran)

Membimbing PKL atau sejenisnya 0 SKS, (Pendidikan / pengajaran)

Membimbing skripsi 0 SKS, (Pendidikan / pengajaran)

5.     Menguji skripsi 0 SKS, (Pendidikan / pengajaran)

6.     Pembimbing akademik 0 SKS, (Pendidikan / pengajaran)

7.  Menulis jurnal ilmiah diterbitkan ke jurnal tidak terkreditasi secara mandiri bukan kelompok bobot 3 sks, jika terbit di jurnal terakreditasi akan lebih bobotnya, apalagi jurnal internasional lebih tinggi lagi.(Unsur Penelitan)

8.   Menulis artikel online maksimal 4 artikel  dalam satu semester atau 6 bulan bernilai setara 1 SKS atau 0,3 sks/artikel, atau 3 SKS jika ada surat keterangan dari pimpinan media yang menerbitkan, dan tidak semua media diakui juga tergantung kampus dan asesornya apakah menerima sebagai beban kerja atau bukan, namun membaca di kompasiana seorang dosen diberi poin 0,3 SKS / artikel ilmiah dan 0,8 SKS / artikel jika ada surat keterangan dari pimpinan media, dosen tersebut menerbitkan artikel di kompasiana, dan mengaku dari kampusnya dikategorikan sebagai BKD dengan poin tersebut diatas. (penelitian / karya ilmiah)

9.    Kegiatan seminar 1 sks,(Penunjang)

10.Pelayanan kepada masyarakat / menulis karya pengabdian masyarakat 2 sks (Pengabdian masyarakat)

Nomor 9 dan 10 adalah kegiatan pengabdian masyarakat dan kegiatan penunjang berjumlah 3 sks maka sudah menenuhi batas minimal. Poin 1-8 merupakan unsure pendidikan / pengajaran dan penelitian berjumlah 10 sks total 13 SKS sudah batas minimal BKD. Perlu diingat bahwa ke 4 unsur harus terisi atau harus ada kegiatan meski hanya 1 sks saja.

        Nilai SKS diatas relatif dan bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung kampus nya dan asesornya saat mengajukan sertifikasi dosen, namun nilai kurang lebih seperti diatas dapat sebagai rata-rata, dan agar aman lebihkan dari 12 sks dalam satu semester sebagai cadangan jika nilai ada yang berkurang.

Selain poin poin diatas tentu masih ada kegiatan lain yang masuk kedalam Beban Kerja Dosen (BKD) seperti menjadi ketua jurusan, kaprodi, dan sebagainya, mengikuti kepanitiaan di kampus yang ia bertugas juga dihitung senilai SKS.

 Secara patut sebagai contoh seorang dosen mengajar 6 sks (3 mata kuliah) dan ia menjadi ketua jurusan (bobot 4 SKS), dan membimbing skripsi, menguji skripsi, juga bimbingan akademik mahasiswa (jika mahasiswa yang di bimbing dan di uji banyak semakin banyak juga sks sebagai BKD). Untuk memenuhi peraturan ditambah menulis jurnal sebagai penelitian, menjadi pinpinan intansi atau penyuluhan keada masyarakat sebagai pengabdian masyarakat dan kegiatan penunjang seperti seminar atau mengikuti kegiatan ilmiah lainnya.

 Kegiatan tersebut sudah memenuhi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan tersebut antara lain mengajar, menjadi ketua jurusan,  membimbing skripsi, menguji skripsi, membimbing akademik mahasiswa, belum menulis buku, jurnal, artikel dan kegiatan pengabdian msyarakat ditambah kegiatan penunjang sudah cukup untuk di kategorikan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 Namun sayangnya tidak semua dosen mendapat jatah mengajar 6 SKS karena keterbatasan kelas, tidak semua dosen ditunjuk sebagai ketua jurusan atau kepala program studi, dan tidak semua dosen mendapat jatah membimbing atau menguji skripsi juga membimbing akademik. Maka jalan yang ditempuh adalah menulis buku, jurnal, artikel, melakukan penelitian dan sebagainya.

 Tulisan ini hanya sekedar pengetahuan penulis yang masih sangat minim pengalaman, jika ada yang kurang tepat silakan tulis di kolom komentar sebagai revisi, karena penulis belum pernah mengikuti sertifikasi dosen atau pun laporan BKD dosen karena masih minim pengalaman dan mendapat pengtahuan dari membaca rubric BKD di perguruan tinggi yang sesuai aturan yang berlaku.

Berikut ini contoh “pengisian” Beban Kerja Dosen dan alur apa yang harus di kerjakan sebagai dosen tetap baru yayasan / swasta / non PNS :

1. Semisal tanggal 1 Februari 2020 diangkat sebagai Dosen tetap (SK Pengangkatan), jika ada SK dari Kopertis atai Kopertais atau sejenisnya, (SK Kopertais Pengangkatan Dosen Tetap)

2.   Setelah tahun pertama selama 2020 hingga Januari 2021 menyusun portopolio termasuk laporan BKD (bukti kegiatan) usahakan mencapai 12 sks sesuai ketentuan diatas, dalam waktu ini juga perlu diusulkan  NIDN atau NIDK (NIDN),

3. Memasuki tahun kedua siapkan BKD sekitar Feb 2021 seperti per semester sebelumnya, siapkan data / dokumen pendukung untuk inpasing, yang akan dikonversi menjadi nilai kredit (PAK) (SK jabatan fungsional),

4. Tahun ke 3 siapkan dokumen dan portopolio untuk pengajuan sertifikasi dosen (sertifikat pendidik),

5.Evaluasi kekurangan dan melengkapi syarat sertifikasi DOsen hingga lolos.

6.  Setiap semester pastikan memenuhi BKD minimal 12 SKS sesuai ketentuan.

Nah, jika anda dosen ber NIDN atau ber NIDK dan menginginkan sertifikat dosen maka anda harus memenuhi salah satu kriteria tersebut, ketentuan diatas dapat anda kembangkan sendiri menurut kapasitas masing-masing dosen.