Cara Memenuhi Beban Kerja Dosen Untuk Sertifikasi

 Sertifikasi Dosen di Indonesia telah dilakukan sejak kira-kira 2010, baik dosen negeri maupun dosen swasta dapat mengajukan setifikasi dosen, namun kabar buruk nya menurut yang saya tahu ada kuota dalam setiap pelaksanaan sertifikasi dosen, dan entah seperti apa dosen yang masuk list daftar sertifikasi dosen, saya masih mencari-cari info hal tersebut, kalo ada info bagi-bagi ya, dan trik untuk memenuhi beban kerja dosen.

Salah satu syarat untuk mengikuti sertifikasi dosen adalah harus melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu memiliki beban kerja Dosen minimal 12 SKS mengajar atau setara dengan itu, karena ada tugas lain selain mengajar juga diperhitungkan sebagai SKS.

Beban Kerja Dosen ketentuan minimal 12 SKS tersebut dengan komposisi disebar kedalam 4 bagian antara laian pengajaran / pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kegiatan penunjang. Jika tanpa tugas tambahan maka pendidikan + penelitian = minimal 9 sks, sedangkan pengabdian + kegiatan penunjang minimal 3 sks. Maka Pendidikan + penelitian + pengabdian masyarkat + kegiatan penunjang=minimal 12 sks dan maksimal 19 sks, kesemua itu berdasar peraturan perrundang-undangan yang berlaku saat ini, syarat sertifikasi dosen juga.

Bagai mana jika mengajar kurang dari 12 sks semisal hanya 4 (empat) sks atau 2 SKS, memang dalam Tri Dharma Perguruan TInggi tidak mengharuskan mengajar 12 sks tetapi disebar ke dalam 4 bagian dan semua harus terisi sesuai porsi nya,  maka tenang karena ada tugas lain yang diberi bobot setara sks namun dosen harus tetap ada Beban Kerja mengajar karena jika tidak mengajar tidak diloloskan dalam sertifikasi dosen atau tidak menenuhi kriteria, berikut rincian Beban Kerja Dosen agar mencapai 12 SKS dalam setiap semester:

1.  Mengajar 4 SKS (karena mengajar adalah wajib bagi dosen agar sesuai kriteria serdos), (Unsur Pendidikan / Pengajaran)

2.   Mengembangkan Program Perkuliahan (Silabus, RPP, GBPP, Bahan Ajar dll bernilai 2 SKS, (Pendidikan / Pengajaran)

3.     Membimbing PKL atau sejenisnya 0 SKS, (Pendidikan / pengajaran)

4.     Membimbing skripsi 0 SKS, (Pendidikan / pengajaran)

5.     Menguji skripsi 0 SKS, (Pendidikan / pengajaran)

6.     Pembimbing akademik 0 SKS, (Pendidikan / pengajaran)

7.  Menulis jurnal ilmiah diterbitkan ke jurnal tidak terkreditasi secara mandiri bukan kelompok bobot 3 sks, jika terbit di jurnal terakreditasi akan lebih bobotnya, apalagi jurnal internasional lebih tinggi lagi.(Unsur Penelitan)

8.   Menulis artikel online maksimal 4 artikel  dalam satu semester atau 6 bulan bernilai setara 1 SKS atau 0,3 sks/artikel, atau 3 SKS jika ada surat keterangan dari pimpinan media yang menerbitkan, dan tidak semua media diakui juga tergantung kampus dan asesornya apakah menerima sebagai beban kerja atau bukan, namun membaca di kompasiana seorang dosen diberi poin 0,3 SKS / artikel ilmiah dan 0,8 SKS / artikel jika ada surat keterangan dari pimpinan media, dosen tersebut menerbitkan artikel di kompasiana, dan mengaku dari kampusnya dikategorikan sebagai BKD dengan poin tersebut diatas. (penelitian / karya ilmiah)

9.    Kegiatan seminar 1 sks,(Penunjang)

10.Pelayanan kepada masyarakat / menulis karya pengabdian masyarakat 2 sks (Pengabdian masyarakat)

Nomor 9 dan 10 adalah kegiatan pengabdian masyarakat dan kegiatan penunjang berjumlah 3 sks maka sudah menenuhi batas minimal. Poin 1-8 merupakan unsure pendidikan / pengajaran dan penelitian berjumlah 10 sks total 13 SKS sudah batas minimal BKD. Perlu diingat bahwa ke 4 unsur harus terisi atau harus ada kegiatan meski hanya 1 sks saja.

        Nilai SKS diatas relatif dan bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung kampus nya dan asesornya saat mengajukan sertifikasi dosen, namun nilai kurang lebih seperti diatas dapat sebagai rata-rata, dan agar aman lebihkan dari 12 sks dalam satu semester sebagai cadangan jika nilai ada yang berkurang.

Selain poin poin diatas tentu masih ada kegiatan lain yang masuk kedalam Beban Kerja Dosen (BKD) seperti menjadi ketua jurusan, kaprodi, dan sebagainya, mengikuti kepanitiaan di kampus yang ia bertugas juga dihitung senilai SKS.

 Secara patut sebagai contoh seorang dosen mengajar 6 sks (3 mata kuliah) dan ia menjadi ketua jurusan (bobot 4 SKS), dan membimbing skripsi, menguji skripsi, juga bimbingan akademik mahasiswa (jika mahasiswa yang di bimbing dan di uji banyak semakin banyak juga sks sebagai BKD). Untuk memenuhi peraturan ditambah menulis jurnal sebagai penelitian, menjadi pinpinan intansi atau penyuluhan keada masyarakat sebagai pengabdian masyarakat dan kegiatan penunjang seperti seminar atau mengikuti kegiatan ilmiah lainnya.

 Kegiatan tersebut sudah memenuhi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan tersebut antara lain mengajar, menjadi ketua jurusan,  membimbing skripsi, menguji skripsi, membimbing akademik mahasiswa, belum menulis buku, jurnal, artikel dan kegiatan pengabdian msyarakat ditambah kegiatan penunjang sudah cukup untuk di kategorikan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 Namun sayangnya tidak semua dosen mendapat jatah mengajar 6 SKS karena keterbatasan kelas, tidak semua dosen ditunjuk sebagai ketua jurusan atau kepala program studi, dan tidak semua dosen mendapat jatah membimbing atau menguji skripsi juga membimbing akademik. Maka jalan yang ditempuh adalah menulis buku, jurnal, artikel, melakukan penelitian dan sebagainya.

 Tulisan ini hanya sekedar pengetahuan penulis yang masih sangat minim pengalaman, jika ada yang kurang tepat silakan tulis di kolom komentar sebagai revisi, karena penulis belum pernah mengikuti sertifikasi dosen atau pun laporan BKD dosen karena masih minim pengalaman dan mendapat pengtahuan dari membaca rubric BKD di perguruan tinggi yang sesuai aturan yang berlaku.

Berikut ini contoh “pengisian” Beban Kerja Dosen dan alur apa yang harus di kerjakan sebagai dosen tetap baru yayasan / swasta / non PNS :

1. Semisal tanggal 1 Februari 2020 diangkat sebagai Dosen tetap (SK Pengangkatan), jika ada SK dari Kopertis atai Kopertais atau sejenisnya, (SK Kopertais Pengangkatan Dosen Tetap)

2. Setelah tahun pertama selama 2020 hingga Januari 2021 menyusun portopolio termasuk laporan BKD (bukti kegiatan) usahakan mencapai 12 sks sesuai ketentuan diatas, dalam waktu ini juga perlu diusulkan  NIDN atau NIDK (NIDN),

3.  Memasuki tahun kedua siapkan BKD sekitar Feb 2021 seperti per semester sebelumnya, siapkan data / dokumen pendukung untuk inpasing, yang akan dikonversi menjadi nilai kredit (PAK) (SK jabatan fungsional),

4. Tahun ke 3 siapkan dokumen dan portopolio untuk pengajuan sertifikasi dosen (sertifikat pendidik),

5. Evaluasi kekurangan dan melengkapi syarat sertifikasi DOsen hingga lolos.

6.   Setiap semester pastikan memenuhi BKD minimal 12 SKS sesuai ketentuan.

Nah, jika anda dosen ber NIDN atau dan menginginkan sertifikat dosen maka anda harus memenuhi salah satu kriteria tersebut, ketentuan diatas dapat anda kembangkan sendiri menurut kapasitas masing-masing dosen.

0 Komentar