Sabtu, 26 Maret 2022

Cara Mengajukan Sertifikasi Dosen non PNS

 ________

Undang-undang guru dan dosen telah mengatur pemberian tunjangan kepada para pengajar baik disekolahan maupun sekolah tinggi, berdasarkan UUD 1945 yang menyatakan 20% APBN untuk membiayai pendidikan maka salah satu nya adalah untuk meningkatkan kompetensi Guru dan Dosen  melalui sertifikasi Guru dan DOsen dengan tujuan kualitas pendidikan akan meningkat.

Kali ini membahas tentang tunjangan sertifikasi dosen PTS Non PNS, sebelum membahas itu ada baiknya membicarakan jenis perguruan tinggi baik berbentuk Universitas, Akademi, Sekolah Tinggi, Institut atau bentuk lain, ada yang bersetatus negeri ada yang berstatus swasta. Begitu juga Dosen Perguruan Tinggi Negeri ada yang Pegawai Negeri Sipil (PNS / ASN) ada juga yang Dosen Tetap Non PNS atau Dosen Kontrak / Khusus. Perguruan Tinggi Swasta ada sebagian Dosen berstatus Pegawai Negeri (PNS / ASN) karena ditugaskan di Perguruan Tinggi Swasta tersebut oleh pemerintah, namun kebanyakan PTS adalah Dosen Tetap Yayasan / lembaga bentuk lain atau Dosen Kontrak.

Dosen yang mempunyai kriteria seperti apa yang boleh mengajukan tunjangan sertifikasi dosen, kali ini hanya akan membahas Dosen di PTS non PNS, apa saja syarat dosen PTS non Pns mendapat tunjangan sertifikasi Dosen. 

Peraturan terbaru 2019 memiliki pedoman antara lain buku 1 (naskah akademik), buku 2 (penilaian portofolio), buku 3 (prosedur Operasional Baku Tata Laksana Sertifikasi Pendidik untuk DOsen terintegrasi), dan lampiran buku 3 (koding perguruan tinggi dan panduan Penggunaan sister).

Dilansir dari laman serdos.dikti.go.id syarat sertifikasi dosen antara lain :

  • 1. Memiliki kualifikasi pendidikan minimal S2/ setara dari program studi pasca sarjana yang terakreditasi.

  • 2. Dosen tetap di perguruan tinggi negeri atau dosen DPK di perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat atau dosen tetap yayasan di perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat dan telah memdapatkan inpasing dari pejabat yang berwenang yang diberi kuasa oleh Mendiknas (pasal 4 Permendiknas No 20 tahun 2008).
:
  • 3. Telah memiliki masa kerja sekurang-kurangnya dua tahun di perguruan tinggi dimana ia bekerja sebagai dosen tetap;

  • 4. Memiliki jabatan akademik minimal asisten ahli. 

  • 5.Melaksanakan Tridharma perguruan tingi dengan beban kerja paling sedikit 12 sks pada setiap semester di perguruan tinggi dimana ia bekerja sebagai dosen tetap. Tugas tambahan dosen sebagai unsure pimpinan di lingkungan perguruan tinggi diperhitungkan sks-nya sesuai aturan yang berlaku.

Adapun jika belum memiliki NIDN inilah syarat-syarat nya untuk pengusulan:
1. KTP asli,
2. Foto 4x6,
3. SK dosen tetap asli atau legalisir,
4. Ijazah lengkap S1 dan S2 (minimal)asli atau legalisir,
5. Surat Keterangan Sehat Rohani,
6. Surat Keterangan Sehat Jasmani,
7. Surat Keterangan Bebas Narkoba,
8. Surat Pernyataan dari pimpinan PT,
9. Surat Keterangan aktif melaksanakan Tridharma perguruan tinggi,(surat keterangan aktif melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi),
10.Surat Perjanjian Kerja.

Adapun jika belum memiliki SK inpasing berikut syarat-syarat nya:
a. Surat pengantar pimpinan PT (rektor / ketua / direktur),
b. Photokopi SK pengangkatan sebagai dosen tetap yayasan,
c. NIDN (print out dari https://forlap.dikti.go.id )
d. Photokopi ijazah lengkap (S2, S1) dan transkrip legalisir,
e. SK Jabatan fungsional Awal beserta PAK
f. SK Jabatan fungsional Akrir beserta PAK
g.Soft kopi dan hard kopi rekapitulasi inpasing

Demikian secara umum tentang cara mengajukan sertifikasi dosen bagi dosen tetap swasta non pns, semoga bermanfaat dan sebagai inspirasi dan semangat bagi para dosen swasta diseluruh indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar