Sabtu, 11 Desember 2021

Cara Menabung Yang Menguntungkan

        Sebagai manusia yang hidup didunia yang memiliki akal, maka perlu mempersiapkan kebutuhan masa depan salah satunya dalam hal financial jika perlu mempersiapkan hingga masa hari tua bahkan mempersiapkan warisan untuk anak keturunan, selain untuk memenuhi kebutuhan juga memuaskan keinginan, maka perlu cara mengelola agar uang yang telah dikumpulkan tidak menyusut karena terdampak inflasi. Maka diperlukan strategi dalam menginvestasikan atau manabung uang tersebut agar masa depan uang tersebut cukup untuk memenuhi semua kebutuhan dan keninginan yang di cita-citakan, berikut beberapa cara menabung yang dapat dikakukan.

a.      Menabung Emas.

Salah satu pilihan menabung adalah berbentuk logam mulia karena harga emas cenderung stabil mengikuti inflasi, bentuk emas ada beberapa jenis bentuk emas batangan juga emas perhiasan. Bagi para wanita perhiasan emas merupakan hal yang biasa di masyarakat selain dapat di pakai juga sebagai tabungan sebagai asset untuk dana tabungan, maka investasi emas perhiasan lebih cocok, namun kemungkinan rusak atau berubah bentuk dapat menurunkan harga, meski harga emas tergantung harga emas pasaran.

Selain emas perhiasan ada juga emas batangan dan harga nya stabil mengikuti harga pasar selama cara penyimpanan benar, emas batangan dapat dibeli di gerai antam atau toko emas lainnya, jika membeli emas batangan biasanya dikenai pajak dan biaya cetak, pajak akan lebih ringan jika memiliki NPWP.

Keuntungan menabung emas ini adalah harga emas yang cenderung naik setiap tahunnya, kecuali membeli emas ketika harga emas mahal akibat gejolak perekonmian tertentu yang sifatnya sementara, jadi sebaiknya membeli emas ketika harga turun atau ketiga stabil dalam harga yang normal.

Kekurangan menabung emas mengenai cara menyimpan, karena harus disimpan dengan baik agar tidak rusak dan memiliki resiko hilang, karena kiata menyimpan fisik emas tersebut hingga waktunya nanti untuk dijual.

b.     Menabung tanah atau Rumah

Menabung tanah ini sering dilakukan untuk investasi jangka panjang, karena harga tanah juga cenderung naik selama ini. Namun untuk menabung jenis ini memerlukan dana yang cukup banyak sehingga hanya yang memiliki dana cukup banyak yang dapat berinvestasi disini.

Kelemahan menabung tanah adalah ketika kita ingin menjualnya maka butuh waktu lama untuk mencari pembeli dengan harga yang sesuai harapan, juga membutuhkan dana untuk proses balik nama sertipikatnya.

 

c.       Menabung Reksa Dana

Menabung jenis ini masih jarang atau hanya sebagian orang yang mengetahui dengan mendalam, karena menabung reksadana berbeda dengan jenis tabungan yang lain, selain itu meski sudah mengetahui tentang reksadana orang enggan melakukannya karena terdapat resiko yang harus ditanggung, ibarat menanam modal diperusahaan tertentu maka untung rugi ditanggung pemodal, begitu juga dengan reksa dana uang bisa berkurang dari jumlah yang disetorkan, namun dapat juga sebaliknya uang akan berlipat jika terjadi keuntungan.

Cara menabungnyapun harus mendaftar dulu untuk menjadi investor dan saat ini banyak situs e-commerce yang menawarkan pembelian reksadana mulai dari 10 ribu rupiah, namun sebenarnya perusahaan ecommerce tersebut bekerjasana dengan agen penjual reksadana seperti tanamduit, bareksa, atau yang lain. Cara lain membeli reksadana dapat juga langsung melalui agen penjual reksadana atau beberapa perusahaan sekuritas.

Keuntungan dari menabung reksadana ini adalah keuntungan lebih besar di banding deposito jika Manager Investasinya bagus atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) produk reksadana naik secara signifikan, namun ingat investor atau menabung jenis ini bisa saja rugi jika Nilai Aktiva Bersih (NAB) produk yang di pilih turun, maka nilai tabungan bisa berkurang.

Keuntungan lain adalah tabungan ini relative likuit atau mudah diuangkan hanya butuh kurang dari seminggu dana sudah cair sejak penjualan reksadana tersebut dengan catatan tidak ada masalah mengenai produk atau perusahaan Manager Investasinya (MI) atau gagal bayar. Jadi berhati-hatilah memilih produk reksadana tentu kita memilih yang menguntungkan dan mudah dicairkan, bagaimana memilih reksadana yang bagus silakan mempelajari sendiri atau bertanya kepada orang yang faham secara mendalam.

d.     Menabung Deposito

Menabung jenis ini jelas melalui lembaga keuangan seperti bank, deposito adalah tabungan berjangka karena berjangka bagi hasilnya biasanya lebih tinggi daripada tabungan rekening biasa, jangka waktu ada yang 1, 3, 6, 12 tergantung minat dan ada yang dapat diperpanjang otomatis. Menabung jenis ini hampir mirip menabung di bank pada umumnya hanya saja sebelum jatuh tempo uang belum bisa dicairkan atau dapat dicairkan dengan sanksi tertentu, uang dalam deposito ini tetap dan ada tambahan bagi hasil sesuai dengan perjanjian awal antara pihak nasabah dengan bank.

 

e.      Menabung di rekening bank.

Menabung cara ini banyak orang sudah melakukan, meski penambahan tidak terlalu signifikan tujuan memasukan uang ke rekening bank adalah keamanan, kelebihan menabung cara ini adalah kapan-pun dapat dicairkan, nominal uang pun tidak akan berkurang kecuali diambil, bahkan mendapatkan bagi hasil meski tidak sebanyak deposito. Kekurangan menabung jenis ini adalah imbal hasil yang rendah sebanding dengan risikonya yang hampir tidak ada.

 

f.       Investasi Saham

Investasi yang satu ini kelihatannya sangat mentereng karena belum banyak orang mengenal pasar saham, namun saat ini telah banyak soialisasi mengenai nabung saham ini sehingga masyarakat umum khususnya para anak muda milenial mulai mengenal investasi saham, jika jaman dahulu investasi saham jumlah nominal minimal cukup banyak misal (50 juta) jika sekarang dapat juga setara 0,5 miliar karena nilai uang selalu dimakan inflasi. Saat ini cukup 100 ribu dapat membeli saham, namun hasilnya juga lama berkembang jika hanya 100 ribu perbulan, namun untuk perkenalan hal itu tidak menjadi masalah.

Seperti cerita investor terkenal saat ini Belvin memulai jual-beli saham hanya bermodal 12 juta saja, namun itu untuk permulaan saja dan selanjutnya terus menambah modal hingga beberapa juta dan sekarang dikabarkan asetnya telah miliaran rupiah.  Investor saham lain yang masyur saat ini Loo Keng Hong yang menurut pendapat saya memang beliau investor sejati bukan trader harian, maksud investor itu ya membeli saham berdasar analisa fundamental dan menahan beberapa tahun dengan harapan harga saham menjadi berkali-kali lipat dari harga beli, selain selisih harga juga mendapat deviden maka mencari saham perusahaan yang memiliki keuntungan dan royal bagi deviden dan tentu harus memiliki fundamentak yang bagus juga pengelolaan yang baik.

Sebagai orang awam seperti saya alaangkah baik melihat kenyataan berapa modal kita, berapa uang yang dapat kita sisihkan setiap bulan untuk investasi saham, semampu kita tidak perlu memaksakan diri, ilmu pertama dalam investasi saham adalah memakai uang dingin artinya memang uang untuk ditabung untuk masa depan tidak dipakai minimal 1 tahun ke depan atau bahkan lebih. Misal modal kita 5 juta, maka kita tentukan untuk membeli saham berapa lama kita tahan di saham tersebut atau menjadi trader harian yang berharap mendapat capital gain setiap hari dengan memanfaatkan fluktuasi saham, namun untuk menjadi trader harian membutuhkan ilmu tingkat tinggi secara analisis teknikal kalau perlu fundamental juga, karena bisa jadi uang modal kita tingga 50 % kalau kita salah langkah, maka pelajari dulu karakteristik investasi saham sebelum memutuskan investasi di saham. Semoga sukses, mencapai kebebasan financial.

Cara Mendapat Penghasilan Sampingan dari Trading Saham

Jadi trader saham tidak harus meninggalkan pekerjaan utama anda, misalkan anda pengusaha anda tidak harus seharian didepan komputer atau gawai anda untuk melihat portifolio saham, cukup beberapa jam atau menit saja untuk melakukan pekerjaan sampingan sebagai trader saham. Jika anda menjadi karyawan maka sama saja polanya, anda dapat memanfaatkan waktu senggang untuk melaksanakan tugas sebagai trader saham yang merupakan sampingan anda. Trader saham termasuk jenis usaha kita untuk mendapat penghasilan tambahan, yang namanya usaha itu terkadang rugi terkadang untung, tergantung anda dan cara anda mengelola usaha tersebut.

Pada mulanya Bursa Saham adalah tempat untuk berinvestasi bagi para pemodal, dimana para pemodal menanamkan saham dan mendapat deviden jika perusahaan yang dimodal-i tersebut untung, maka dari itu investor (pemodal) pada umumnya mencari atau memilih perusahaan yang memiliki reputasi yang bagus dalam pengelolaan sehingga besar kemungkinan perusahaan tersebut untung, sehingga investor dapat pembagian keuntungan. Bursa saham lama kelamaan bergeser menjadi sebuah wadah mengenai cara mencari keuntungan, selain dari deviden para investor juga mencari capital gain atau selisih harga jual dan beli dengan memanfaatkan fluktuasi harga saham di bursa efek.

Menurut penulis untuk belajar trading saham dapat dimulai dengan uang kecil dulu menurut anda jika 1.000.000 rupiah itu uang kecil maka dapat anda memulai dengan nominal tersebut, atau misalkan anda punya uang 100 juta pakai 10 juta untuk belajar atau uang kecil menurut anda, haram memakai uang panas wajib memakai uang dingin. Uang panas itu apa saja, antara lain uang pinjaman (utang), uang belanja bulanan kebutuhan sehari-hari, uang sekolah anak, dan sebagainya. Uang dingin adalah uang yang benar-benar uang yang untuk ditabung untuk jangka waktu yang relatif lama, atau uang yang di sisihkan setelah kebutuhan pokok terpenuhi. Hal itu berlaku untuk pemula yang belum mengerti tentang trading saham, selain itu bagi muslim sebaiknya pilih saham-saham syariah dan dengan cara yang syariah juga.

Terjun ke dunia saham ini tidak ada batasan modal (uang) minimal untuk memulai, kita dapat memulai dengan setoran awal 100 ribu untuk sekuritas tertentu seperti indopremier, namun juga ada beberapa sekuritas yang menetapkan beberapa juta untuk setoran awal. Membuka akun sekuritas adalah hal pertama yang dilakukan jika ingin menjadi trader saham, bagi muslim telah ada sekuritas syariah atau akun syariah. Modal yang kita pakai besar kecilnya mempengaruhi keuntungan yang didapat, selain modal juga skill dan pengetahuan, jika modal besar tetapi tidak dapat mengambil momen maka malah dapat rugi besar, jika dapat menentukan momen jual dan beli semakin besar modal semakin besar juga keuntungan.

Kita tidak harus langsung modal besar untuk memulai, misal memulai dari 1 juta kita mulai belajar jual dan membeli kemudian mempelajari saham-saham saham yang ada, untuk muslim dapat mempelajari saham-saham yang masuk daftar saham syariah.  Saya sendiri memulai belajar trading saham dari setoran sekitar 100 ribu namun tidak langsung ke saham, hanya berapa rupiah saja tidak sampai 100 ribu untuk beli saham sebagian besar beli reksadana, lalu pelan pelan sambil belajar investasi saham, tabungan reksadana saya jual untuk beli saham, tidak perlu pindah Rekening Dana Nasabah (RDN) karena saya memakai satu aplikasi untuk beberapa produk investasi. Awalnya beli sembarang saham, setelah di biarkan dan ada untung sedikit saya jual, lama-kelamaan menjadi tertarik dan penasaran, hingga saat ini pun saya masih belajar dan menuliskan ini untuk proses belajar saya agar tidak lupa masa lalu untuk pelajaran, doakan sukses ya gaes.

Jika anda ingin hari ini bergabung dan bulan depan panen anda dapat mengikuti rekomendasi dari beberapa coac trading saham dan modal anda juga harus relative besar misal 100 juta menurut penulis tetapi itu relatif, biasanya rekomendasi dalam betuk grub berbayar, mereka akan memberikan rekomendasi saham apa yang berpotensi akan menguntungkan, namun tidak semua rekomendasi mereka tepat, karena mereka hanya memberikan rekomendasi berdasarkan analisis mereka, terkadang tepat terkadang meleset. Cara itu pun masih belum tentu berhasil karena harus mengasah skill trading anda, ketepatan waktu membeli dan menjual saham yang direkomendasikan adalah mutlak harus di kuasai jika ingin cepat dapat untung. Selain keuntungan risiko rugi jika rekomendasi meleset harus disiapkan mental anda. Psikologis anda juga berpengaruh terhadap trading anda dalam dunia saham ini.

Saran penulis pelajari dulu seluk beluk dunia saham sebelum terjun dengan modal besar, karena bagi pemula seperti saya porto merah alias rugi itu biasa, terkadang modal tergerus hingga 30% bahkan lebih, boro-boro untung malah berkurang modalnya. Maka dari itu asah dulu kemampuan anda dalam trading saham pelajari seluk beluk dan ilmunya sebelum berani terjun dengan uang besar.

Jika anda sudah mengerti dapat meningkatkan modal sedikit demi sedikit atau nekat dengan modal besar jika anda sudah yakin, namun risiko rugi itu tetap ada dan risiko ditanggung masing-masing. Maka dari itu perlu manajemen uang kita misalkan uang anda 100 juta, maka jangan dibelikan semua belikan saham 50 juta setengahnya dalam bentuk uang cash di Rekening Dana Nasabah (RDN) untuk antisipasi jika target kenaikan harga tidak terpenuhi untuk (everage down) membeli saham tersebut ketika sudah di titik support kuat (tetapi bukan yang saham harga 50 ya / harga paling bawah), beli di area support jual di area resisten, atau sesuai strategi trading anda yang anda yakini dan pelajari, dan semua untung rugi menjadi tanggung jawab masing-masing.

Disini penulis hanya berbagi pengalaman dari berbagai pengetahuan tentang saham berdasar diskusi di grub-grub saham dan baca-baca juga praktek trading, hingga saat ini pun penulis merasa belum menguasai, maka dari itu tulisan ini wujud dari proses belajar, penulis dan pembaca artikel ini saya harapkan untuk proses belajar bersama untuk melahirkan investor-investor handal di masa depan juga untuk memupuk generasi muda agar rajin menabung selain uang dapat juga menabung saham, karena menurut penulis belajar investasi sejak muda akan baik untuk bekal dimasa depan, karena pengalaman adalah guru yang baik. Selain itu dunia saham sangat erat dengan dunia usaha, dan Negara kita membutuhkan pengusaha-pengusaha untuk menopang ekonomi Negara.

Kembali ke cara mendapat penghasilan sampingan dengan trading saham, jika anda sudah mahir dengan memanfaatkan fluktuasi harga kita dapat mengambil capital gain (selisih harga) jual saat mahal dan beli saat murah itu prinsip trader saham, jika anda sudah konsisten dengan itu maka jika modal anda 100 juta dalam setahun misal untung 24% maka sudah dapat untung 24 juta, dengan asumsi kadang rugi kadang untung, jika sehari dapat untung 2 % saja maka cukup 12 hari untuk mendapat 24%, dalam setahun cukup 12 hari cuan 2 %, hari-hari sisanya untuk menutup kerugian, karena terkadang analisa kita salah kadang portofolio kita minus, tekadang harus jual rugi, namun tetap harapan kita adalah untung, bagaimana caranya ya belajar belajar dan belajar.

Oke sob, saran penulis belajar dulu sebelum terjun ke dunia saham karena dunia saham itu sangat “kejam”, dengan cepat uang anda akan melayang jika salah penempatan, tetap hati-hati, anda dapat membaca-baca artikel lain di blog / web ini mengenai strategi trading saham, dan tulisan ini menyatakan disclaimer on, segala kerugian atas penggunaan informasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing.

Beda Strategi Trader VS Investor di Dunia Saham

        Bagi anda yang masih pemula atau awam didunia saham seperti saya ini, saat baru terjun di dunia saham munkin ada pertanyaa anda ingin jadi investor atau trader, tentukan dulu tujuan anda sebelum membeli saham, nah memang apa beda investor sama trader? Berikut kami gambarkan dalam sebuah pemaparan singkat dari dua orang pelaku pasar. Sebut saja Rani – bukan nama sebenarnya (Investor saham kawakan), lalu sebut saja Velly – nama samara (trader saham skill tingkat dewi), dua duanya sama-sama berkecimpung didunia pasar modal khususnya saham Indonesia, secara umum kedua nya adalah investor saham namun cara untuk mendapat keuntungan berbeda antara Rani dengan Velly.

Jika Velly setiap pagi-pagi setelah subuh ia mencari caham yang potensial hari bursa hari ini saham mana yang akan naik, tidak pedulu saham tersebut tidak memiliki keuntungan bahkan rugi, yang penting hari ini naik minimal 2% dari harga beli, setelah menganalisis saham tepat pukul 08.00 WIB Velly memasang posisi beli terhadap saham yang ia prediksi akan naik hari ini, sehingga tepat pukul 09.00 WIB ia telah mendapat saham yang ia incar beberapa menit kemudian harga saham tersebut terbang naik karena banyak yang membeli pada hari itu, setelah kenaikan sekitar 2% - 4% velly menjual saham tersebut karena sudah untung dan tidak melihat apakah harga saham nanti apakah akan naik atau turun lagi, dan begitu setiap hari strategi Velly dalam transaksi saham maka trader yang hanya membutuhkan waktu harian, mingguan atau sebulan dua bulan saja tidak sampai 1 tahun dapat di bilang seorang “TRADER”.

Sedangkan Rani untuk berinvestasi saham memilih saham dengan analisis fundamental dan rutin minimal sebulan atau per tiga bulan memlihat laporan khususnya keuangan laba rugi perusahaan tersebut, memilih perusahaan yang memiliki reputasi bagus semisal setiap tahun bagi deviden, merupakan perusahaan yang profit, memiliki manajemen yang baik, dengan harapan di masa yang akan datang harga saham akan naik berkali-kali lipat dan mendapat deviden setiap tahunnya, Rani membeli saham perusahaan A dan ia tetap tahan hingga setahun kedepan tidak menjualnya lagi karena ia yakin harga saham tersebut dari tahun ketahun akan semakin bagus, dan setiap tahun mendapat deviden. Nah jika pola investasi seperti Rani tersebut dapat dibilang seorang “INVESTOR”.

Sebenarnya secara hukum antara Trader dan investor sama saja, hanya istilah para pelaku pasar modal khusunya saham untuk membedakan investor jangka panjang dan para investor jangka pendek, bahkan masih ada lagi beberpa istilah aneh seperti mafia saham, Bandar saham, spekulan saham, pom-pom dan sebagainya.

STRATEGI TRADER SCALPING, SWING, ONE DAY TRADE (ODT)

Bagi yang berkecimpung di dunia saham tentu sering membaca atau mendengar istilah scalping, day trade dan swing, apa persamaan dan perbedaan dari ketiganya, sebenarnya ketiganya hanya penamaan saja karena yang membedakan hanya teknik jual-beli yang digunakan.

Persamaan dari ketiganya yaitu sama-sama dalam rangka jual-beli saham untuk mencari keuntungan, kapital gain adalah yang dicari dengan memanfaatkan fluktuasi harga saham, caranya membeli harga saat murah kemudian menjual saat harga naik. Ketiganya memiliki karakter jual-beli saham rentang waktu relatif pendek (sort trading) sehingga tidak menunggu hingga tahunan, bahkan ada yang hanya beberapa menit saja.

Jual-beli saham dengan teknik scalping menurut apa yang penulis mengerti adalah jual-beli saham secara sort term, bisa jadi hanya beberapa detik saja atau beberapa menit saja, sehingga teknik ini digunakan oleh mereka yang sudah berpengalaman dan memiliki jam terbang yang tinggi. Sebagai contoh misalkan membeli saham Jam 10.00 WIB done buy dapat di jual 10.16 WIB (jika harga sudah naik misal 2%) hanya 16 menit saja bahkan kurang. Teknik scalping ini biasanya menggunakan analisis teknikal sehingga dapat diprediksi beberapa menit lagi harga akan naik, biasanya menggunakan grafik per menit atau per beberapa detik dalam membaca gerakan harga sahamnya, juga melihat antrian jual dan beli, maka dari itu butuh pengetahuan yang dalam dan pengalaman karena jika telat menjual beberapa menit saja harga dapat turun lagi dan malah rugi. Prediksi atau analisis juga tidak selalu tepat, karena analisis itu tidak ada yang 100% akurat, tergantung juga dari pengalaman analis itu sendiri seberapa akurat analisisnya maka perlu strategi SL (stop loss), menjual rugi saham yang telah kita beli agar kerugian tidak semakin banyak.

ODT, berbeda trading dengan teknik one day trade / ODT (hampir sama dengan scalping) hanya saja waktu yang dibutuhkan dapat satu hari bursa atau beberapa hari, namun biasanya harian pagi beli sore jual atau kalau sudah untung jual, atau sore beli besok paginya di jual. Jadi perbedaannya antara scalping dan one day trade adalah jangka waktu scalping lebih pendek dapat beberapa detik atau menit saja, sedangkan ODT dapat memakan waktu beberapa jam bahkan harian. Keduanya memakai analisis teknikal, namun jika scalping dapat memakai volume jual dan beli atau bid dan offer, sedangkan ODT lebih condong analisis grafik harga, itu menurut pendapat saya saja mungkin ada yang berpendapat lain.

Swing trader memakai teknik swing trade, teknik ini masih menggunakan analisis teknikal namun masih melihat fundmental saham, tentu memilih saham dari perusahaan yang berfundamental bagus, menurut saya analisis fundamental untuk pondasi jika kemungkinan terburuk terjadi atau jika harga turun tiba-tiba jauh dari prediksi, misal karena berita buruk dari perusahaan tersebut harga jadi turun. Para trader swing ini kebanyakan mengambil posisi hold (menbeli kemudian ditahan / tidak di jual dulu) hingga waktu tertentu (tentu hingga harga naik) bisa saja trading harian, mingguan atau bulanan. Tren pasar juga statistik saham dari segi harga juga volume di analisis sehingga dapat mengambil posisi buy saat harga turun, kemudian telah diprediksi harga akan naik lagi (ingat support dan resisten).

Cara Menghindari Kerugian Saat Trading Saham

Cara mengatasi atau meminimalisir risiko trading swing jika dalam teknik sclaping dan ODT terdapat trading plan yang namnya Stop Loss (SL) harian, maka dalam trading swing dapat memakai teknik average down yaitu strategi membeli saham secara bertahap saat saham jatuh, dengan demikian rata-rata saham yang turun milik kita menjadi turun, misal kita hari ini menbeli saham TINS di harga 2.400 sebanyak 10 lot karena news atau harga komoditas timah turun, maka hari itu dan beberapa hari berikutnya malah turun terus hingga harga 2.100 nah saat harga 2.100 ini kita beli saham TINS lagi sebanyak 20 lot dengan harapan besok akan naik ternyata harga TINS turun lagi, disini anda boleh memutuskan membeli lagi untuk average down atau hold hingga harga menyentuh titik support kuat baru beli saham TINS lagi sebanyak 40 lot misalkan diharga 1.500. Sehingga total saham TINS yang kita miliki sebanyak 70 lot dengan rata-rata harga tentu dibawah 2.000 sehingga nantinya jika harga kembali ke level 2.400 atau lebih kita sudah mendapat profit, namun kita harus konsisten dan sabar selain analisis baik teknikal maupun fundamental mengenai prediksi bahwa harga beberapa bulan kedepan akan kembali ke harga saat kita membeli pertama kali, jika prediksi salah maka kita pasti rugi, maka penting menganalisis saham tersebut sebelum memutuskan membeli saham. Pilihlah perusahaan yang tepat dengan fundamental bagus dan stabil sehingga ada kemungkinan harga akan kembali menanjak, bukan sebaliknya jika saham yang dibeli adalah perusahaan yang mau bangkut ya sudah wasallam apalagi menuju gocap atau otw suspent. Maka pilihlah saham perusahaan yang bagus.

Strategi lain yang dapat digunakan untuk membatasi kerugian adalah stop loss (SL) strategi ini sama saja dengan teknik scalping atau OTD, begitu juga dalam scalping dan ODT juga dapat memakai strategi average down namun waktunya lebih singkat sehari atau beberapa hari saja. Stop loss adalah menjual saham jika mencapai titik minus yang telah kita tentukan dalam trading plan yang kita buat, hal ini terjadi karena prediksi kita meleset sehingga harga saham yang kita harapkan naik malah turun.

Oke, jadi kalian memilih teknik yang mana untuk transaksi saham anda? atau kalian memilih menjadi investor dengan analisis fundamental dan menanti pembagian deviden? Jika uang kalian minimal 1 miliar lumayanlah hasilnya dengan menjadi investor dengan mengandalkan deviden saja. Jika anda ingin mendapat keuntungan selain dari deviden dapat memanfaatkan fluktuasi harga dengan menjadi trader. Trader dapat menggunakan ketiga teknik tersebut diatas pilihlah atau silakan dicoba mana yang cocok untuk kalian, karena tidak ada metode atau strategi yang sempurna begitu juga analisis tidak ada yang 100% akurat karena teknik, strategi dan analisis hanya alat bantu saja, meski tidak sempurna dalam kenyataan para trader memakai itu karena memang cenderung sesuai mendekati akurat meski terkadang salah.

Saat ini saya sendiri masih mencari teknik yang tepat agar dapat profit konsisten tiap bulan sesuai harapan, sejujurnya awal investasi saham hanya untuk nabung bukan trading harian namun saya rasa begitu lama mendapatkan keuntungan jika modal minim seperti saya ini, sehingga kemudian belajar trading harian atau swing mingguan / bulanan dengan harapan dapat profit lebih dibanding hanya mengharap deviden, namun ternyata tidak semudah itu, kondisi pasar tidak menentu terkadang rugi terkadang untung, hingga saat ini masih memakai uang kecil dan masih belajar.

Menurut data dari burssa efek Indonesia (BEI) investor saham meningkat seiring waktu, sebab banyak perusahaan skuritas yang gencar mengadakan sosialisasi sekaligus promosi untuk menggaet nasabah. Meski kebanyakan adalah investor ritel namun itu sangat berarti, bahwa masyarakat mulai melek saham.

Psikologi Trader, Kunci Sukses Trading Saham

Hai, gaes kali ini saya akan membahas tentang salah satu kunci dalam kesuksesan dalam trading saham, bagi teman-teman yang seorang trader saham mungkin pernah merasakan senang, sedih, emosi, ingin cepat untung dan sebagainya. Perasaan seperti senang, sedih termasuk dalam ranah jiwa kita (Psikologi Trader), terkadang logika kita tertutup oleh emosi sesaat, padahal dalam dunia saham cukup beberapa detik saya untuk membeli atau menjual saham, maka tidak disarankan membeli atau menjual saham hanya karena emosi sesaat.

Sebagai contoh, Budi seorang trader ritel saham, ia membeli 100 lot saham ASRI kemudian beberapa jam harga naik 2% padahal target awal memang 2% keuntungan ia akan menjual sahamnya, kemudian beberapa saat ia melihat harga saham ASRI naik lagi menjadi 3% karena ingin cepat untung banyak, Budi menambah lagi lot menjadi 2 kali lipatnya 200 lot, padahal trading plan nya hanya menargetkan 2% saja, setelah membeli lagi saham tersebut ia menunggu agar harga naik lagi namun apa yang terjadi, harga saham ASRI malah berbalik arah menjadi merah -2% (minus dua persen), kira-kira dalam hati “menggerutu : kenapa tadi saat untung tidak saya jual, malah beli lagi sehingga sekarang porto merah”, Budi kemudian menjual sahamnya ketika minus alias merah tentu merugi dari segi nilai, Budi menjual saham ASRI 200 lot (semua) karena takut harga turun lagi, sehingga Budi menanggung kerugian akibat takut dan memutuskan jual rugi. Perasaan senang saat saham kita naik sehingga sayang kalau mau jual membuat kita serakah ingin untung lebih banyak lagi padahal tidak ada yang tahu kapan saham akan turun harga. Begitulah kira-kira manfaat disiplin sesuai trading plan kita dan mengendalikan emosi kita jangan sampai jual atau beli berdasar emosi sesaat itulah Psikologi Trader.

Ketika saya ikut grub premium edukasi saham dan rekomendasi dari suatu Grub Premium membahas Psikologi Trader menyatakan bahwa jika anda mampu mengendalikan  ketakutan, keserakahan, trading anda akan lancar. Pasar saham menawarkan godaan yang besar seperti berjalan di gudang emas. mereka memancing serangan keserakahan atau juga gelombang ketakutan, ketakutan apa? Ketakutan akan kehilangan yang lebih besar (cut loss). Emosi membuat trader bagaikan berenang disungai yang ada banyak buayanya, usaha anda menghindar dari buaya sangat kuat, usaha anda yang kuat ini membuat semakin yakin anda mampu keluar dari sungai tersebut, akan tetapi kenyataan bahwa banyak buaya dan besar buaya membuat anda kalah, so jangan kecebur ke sungai (jangan emosi). Kesuksesan atau kegagalan trading anda tergantung pada emosi anda sendiri. Anda mungkin memiliki manajemen trading yang bagus tetapi karena anda arogan, takut atau marah membuat anda tidak disipilin menerapkan trading plan anda dengan baik.

Ketika gelombang porto memerah sesaat (misal satu bulan) padahal trading plan anda membeli untuk dapat deviden, dan menjual saham tersebut nanti jika sudah kembali ke harga normal atau hijau, namun karena harga turun terus, hingga beberapa minggu (porto tidak kunjung hijau) karena anda marah dan takut rugi lebih banyak sehingga anda menjual saham tersebut ketika saham anda minus alis merah, karena tidak sabar menunggu, dan ingin cepat membeli saham yang lain yang menggiurkan karena ijo royo-royo, itu sebagian contoh manajemen emosi anda, hal ini juga lebih condong ke kualitas mental masing-masing, meski memiliki ilmu analisa sama namun faktor psikologis juga berpengaruh.

Sebuah grub premium edukasi saham berpendapat bahwa mayoritas trader menghabiskan sebagian waktum mereka mencari trading yang bagus, ketika sudah masuk sebuah trading mereka tidak mengelolanya melainkan “menggeliat” dari penderitaan atau “menyeringai” karena kegirangan, mereka menaiki roller coaster emosi dan melewatkan elemen inti dari kemenangan managemen emosi. Ketidak maupuan untuk mengelola diri sendiri (secara psikologi) membawa kepada managemen risiko yang buruk dan kerugian.

Perasaan yang dirasakan ribuan trader bergabung menjadi gelombang Psikologi Trader yang besar yang menggerakan pasar saham. Jika pikiran anda tidak sesuai dengan pasar atau anda mengabaikan perubahan dalam hal psikologis, anda tidak memiliki peluang untuk menghasilkan uang dari trading. Trader profesional akan mengenali begitu pentingnya psikologi pasar, sedangkan sebagian besar trader (amatir) mengabaikan psikoligis.

Jika kita selalu menggunakan perasaan dan emosi kita tentu akan jauh dari trading plan kita kecuali kebetulan untung, tapi yang namanya jual beli saham harus memiliki rencana, analisa agar tidak menjadi spekulan, karena trader itu dalam keputusn jual atau beli harus berdasar analisis baik fundamental atau teknikal, perlu juga trading plan dan money management selain harus mampu membaca psikologis pasar juga menguasai psikologi diri agar mampu mengikuti pasar, agar tidak malawan arus trend pasar.

Di grub investasi saham di platform facebook ada beberapa yang mengeluhkan ketika dibeli harga saham turun, ketika cut loss dijual harga malah naik, atau anda sendiri pernah mengalami perasaan seperti itu? Kesalahan seperti tersebut diatas merupakan kesalahan mindset atau polapike kita, saat kita dalam posisi marah maka kita trading tidak fokus kejiwaan kita terganggu sebab portofolio saham kita merah, atau asal beli saham tanpa analisis, tidak peduli untung atau rugi.

Selanjutnya mengenai kenapa saat kita beli saham kok harga saham tersebut turun, karena orang yang ingin cepat kaya instan maka butuh yang di korbankan (macam rampok hehehe) siapa yang di rampok, ya para trader yang tidak mampu menganalisa saham dengan baik dan trader yang psikologinya terganggu, so jaga psikologi anda saat trading saham, keputusan saat marah adalah tidak baik. Alasan lain ketika saham yang kita beli kok turun adalah memang saham tersebut sebelumnya udah naik dan saham yang reversal palsu, jadi saham yang naik butuh turun, dan saham yang turun itu butuh naik.

Kalau ketemu saham yang naiknya drastis maka turunnya juga akan drastis dan sebaliknya. Biasanya jika dikasih saham merah dia nya tidak mau masuk, tetapi giliran langsung ke hijau maka ia berani untuk masuk, apa alasannya? Secara logika kalau merah bisa jadi tambah dalam turunnya atau kalau hijau kemungkinan aja akan semakin naik, tidak itu tidak benar jadi buag polapike yang seperti itu tanamkan polapike bahwa “saham naik itu butuh turun, dan saham turun itu butuh naik”.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk beli? ya saat muncul sinyal beli dong gaes, saatnya beli ya beli saat ada sinyal jua ya jual. Sinyal beli seperti apa? Secara teknikal cara analisis masing-masing orang berbeda, anda dapat mempelajari analisa teknikal saham atau juga fundamentalnya.

Bahaya trading saat marah atau saat berambisi akibat psikologi trading yang buruk, maka saat marah jangan dipaksakan trading, jangan pernah menjadi trader yang menjadi jagoan saat market melawanmu. Saat ambisius, kalau cut loss berkali-kali maka jangan paksakan untuk trading, kalau duit mu habis di cut loss biasanya sifat manusia itu gimana caranya agar uang yang hilang agar kembali lagi, apa yang terjadi? Dia berani masuk beli saham lagi yang sudah merah dengan modal besar dengan psikologi marah, malah turun lagi saham yang dibeli terus cut loss lagi, tambah ambisius jika tidak terkendali psikologisnya maka hal konyol dapat saja terjadi anda akan berlalu ke trading dengan margin / limit (pinjam uang dari sekuritas) ya kalau untung kalau kena margin call waduh tambah dalam nih porto merahnya, bisa habis tuh modal jadi modal-madul. Jadi kalau saat psikologi kita sudah down / terganggu udah STOP jangan trading dulu tenangkan emosi kita.

Lalu kenapa saham dijual cut loss malah naik, khusus saham gorengan, Bandar itu ada team khusus untuk melihat siapa yang masuk siapa yang keluar, jadi seperti diatas kalau sudah ada korban (cut loss) maka disana aksi naik mulai terjadi, jadi ikuti pergerakan Bandar jikalau itu saham gorengan, kalau Bandar akumulasi ikut akumulasi jika Bandar distribusi ikut jual barang, atau jika terdeteksi bandarmologi saran kami hindari saham gorengan. Cie-cie itu semua hanya pendapat sederhana saja yang sebagian di ambil dari bahan mentor di grub sekolah trading, boleh kok di kritik karena saya nulis ini sambil belajar. Semoga bermanfaat ya gaess.