Ticker

6/recent/ticker-posts

Dapatkah Dosen Memenuhi Beban Kerja Dosen (BKD) di Masa Pandemic Global Saat ini

Merasa prihatin atas bencana pandemic global ini, ribuan korban di Indonesia dan jutaan diseluruh dunia, bagaimana dengan tugas dosen di masa ini, tentu solusi adalah dengan kuliah online dengan sistem onlinelearning yang di kembangkan oleh kampus tersebut, atau dengan aplikasi lain seperti zoom meeting atau google meet, atau dengan wa grub dengan mengirim bahan dan tanya jawab, untuk memenuhi beban Kerja Dosen (BKD) dimasa sekarang ini agar memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah minimal 12 SKS, dengan ketentuan 12 sks (duabelas SKS) memakai ketentuan disebar ke 4 (empat) unsur, unsur-unsur itu antara lain :

·         mengajar, mengajar ini dapat dilakukan secara online atau kuliah online baik dengan system online learning yang di kembangkan oleh kampus atau dengan metode belajar lain seperti membuat tugas dan dikumpulkan atau diskusi dengan grub-grub yang dibuat khusus mata kuliah tersebut, jika 2 sks cukup 14 kali kuliah online atau seminggu sekali dalam satu semester, mengenai absen dapat di lihat dalah kehadiran di kamera saat kuliah online berlangsung.

·         penelitian / karya tulis ilmiah, penelitian ini dosen atau bersama mahasiswa dapat melakukan penelitian hal-hal yang berkaitan dengan perilaku sosial atau jika prodi kedokteran atau kesehatan dapat melakukan penelitian mengenai pandemic ini, atau jika prodi sosial dapat melakukan penelitian tentang perilaku suatu masyarakat terhadap pandemic ini dari berbagai sisi atau paradigma.

·         pengabdian masyarakat, dapat diklakukan dengan sosialisasi baik secara online maupun dengan memasang baliho atau sejenisnya segala hal yang berguna seperti sosialisasi cara memperlakukan pandemic ini dengan menerapkan 5 M sesuai anjuran pemerintah atau hal lain.

·         Kegiatan penunjang Tridharma perguruan tinggi, saat ini pertemuan ilmiah dapat dilakukan secara daring mirip kuliah online, sehingga tidak ada alasan untuk mengikuti pertemuan ilmiah secara online guna memenuhi tugas tri dharma perguruan tinggi.

·         Pengembangan sistem online learning, juga masuk dalam pengembangan metode belajar yang dapat digunakan sebagai beban kerja dosen, terutama dosen-desen bidang Konputer atai Teknilogi Informasi, atau jika prodi lain juga dapat mengembangkan metode baru dalam cara belajar di masa sekarang ini.

Dosen di Indonesia yang tidak memiliki tugas tambahan seperti pimpinan kaprodi, dekan, Rektor kepala Laboratorium dan sebagainya, maka ketentuan BKD sebagai berikut :

·         Ketentuan pertama pengajaran / pendidikan + penelitian / karya ilmiah minimal 9 sks,

·         ketentuan kedua pengabdian kepada masyarakat + kegiatan penunjang minimal 3 sks.

·         Ketentuan ketiga keseluruhan unsur Pendidikan + unsur penelitian + unsur pengabdian masyarkat + unsur kegiatan penunjang jika dijumlah minimal 12 sks dan maksimal 19 sks / semester, menurut peraturan yang berlaku saat ini.

Contoh untuk memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada setiap semester, yaitu dengan mengajar 4, karena harus memenuhi ke dalam 4 unsur / bagian, harus dibagi ke semua unsur sesuai porsinya, bagaimana seperti diuraikan, Beban Kerja Dosen (BKD) setara 12 SKS dantara lain :

1.   Mengajar 4 (empat) S.K.S. secara online jadi sekitar 28 kali kuliah online, sekali pertemuan sekitar 50 menit, baik diskusi atau metode lain dengan system yang ada di online learning atau cara lain,

2.   Mengembangkan sistem online learning juga menjadi solusi memenuhi beban kerja dosen (unsure pengajaran),

3.   Menulis Jurnal Ilmiah diterbitkan ke Jurnal baik terkreditasi atau tidak dapat menjadi solusi karya tulis masa pandemik ini, baik secara mandiri atau kelompok bobot sekitar 3 sks atau setengahnya jika kelompok (berdua), (Unsur Penelitian),

4.   Pelayanan kepada masyarakat / menulis karya pengabdian masyarakat 2 sks (Pengabdian Kepada Masyarakat), saat ini pengabdian kepada masyarakat khusus para dosen kedokteran atau ilmu kesehatan dapat dilaksanakan karena banyak yang membutuhkan tenaga kesehatan tentu sesuai porsi masing-masing, jika dilur prodi kesehatan dapat melakukan sosialisasi agar masyarakat sadar hukum mematuhi anjuran pemerintah atau kegiatan lain yang bermanfaat, bukti fisik dapat melalui serat keterangan instant terkait dan foto-foto kegiatan.

5.   Kegiatan seminar atau menjadi anggota orgaisasi profesi 1 SKS, (Kegiatan Penunjang Tridharma Perguruan Tinggi), webbinat saat ini dapat dilakukan secara daring mirip kuliah online. Bukti fisik dapat dengan id dan password juga tankap layar saat kegiatan dilakukan.

 

Untuk memastikan dosen memenuhi 12 SKS dalam melaksanakan Tridharma Perguruan TInggi perlu, Cadangan Kegiatan antara lain :

-          Mengembangkan Program Perkuliahan (Silabus, RPP, GBPP, Bahan Ajar dll bernilai 2 SKS masuk unsur Pengajaran

-          Menulis artikel online maksimal 4 artikel  dalam satu semester atau 6 bulan bernilai setara 1 SKS sebagai penelitian / karya ilmiah

 

Untuk Dosen yang PNS atau dosen bersertifikasi kegiatan tersebut menurut pendapat penulis sudah memenuhi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan tersebut antara lain mengajar dan penelitian 4 + 6 = 10, kemudian pengabdian ke masyarakat dan penunang 2 + 1 = 3, jika di jumlah keseluruhan mengajar 4 sks, menulis dua karya ilmiah 6 sks, pengabdian masyarakat 2 sks, mengikuti seminar / kegiatan penunang lainnya 1 sks = 13 SKS.

 Sekedar informasi mengenai sertifikasi dosen saat ini Beban Kerja Dosen (BKD) minima 2 tahun kebelakang dinilai harus melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, jadi jika anda PNS atau Dosen yang akan mengajukan sertifikasi sangat perlu diperhatikan Beban Kerja Dosen tersebut, harus juga diperhatikan dimasa pandemic ini bukti fisik kuliah online harus disesuaikan dengan kebutuhan, saya kira para assessor sudah mengerti hal ini, selain itu kemampuan bahasa ingris juga harus diperhatikan ataupun kemampuan akademik dengan Tes Potensi Akademik yang memenuhi standar yang ditentukan dikti. Saat ini sertifikasi dosen menggunakan system online dalam menilai laporan dosen kalau tidak salah sister dan untuk karya ilmiah ada sinta, dalam system tersebut dapat dilihat beban kerja dosen dan pencapainan dosen pada setiap semester, jadi harus masuk system penilaian tersebut jika saat ini akan mengajukan sertifikasi dosen.

Hal hal yang ditekankan dalam masa pandemic ini saya kira tentang pengembangan metode atau system online learning, ada baiknya dikembangkan oleh masing-masing kampus sebagai contoh di onine learning UHAMKA, dengan system yang telah disediakan kampus maka mahasiswa dan dosen tidak perlu repot-repot mencari aplikasi belajar online lainnya seperti zoom dan  gmeet, meski tidak dilarang keuntungan bagi dosen yang mampu mengembangkan system online learning dapat dijadikan salah satu penemuan atau paling tidak menemukan kebaruan dalam mengembangkan bahan atau metode ajar.

Oke guest, semoga sedikit info ini bermanfaat untuk para dosen dan pemerhati pendidikan khususnya di Indonesia, semoga beranfaat, jika da yang kurang kaurat atau kurang lengkap mohon koreksi, terimakasih. Salam sehat untuk kita semua.

Posting Komentar

0 Komentar